Archive | pendidikan anak RSS feed for this section

Kesalahan Penggunaan Kata Kerja

Homeschooling (HS) atau Home Education (HE). Sekarang sedang ngetren di Indonesia. Banyak yang mencari-cari informasi, apa sih HS itu? Sayangnya, HANYA di Indonesia, kesalahkaprahan mengenai HS (baca di bawah) menyebar ke mana-mana, yang diperparah oleh beberapa pihak yang menunggangi ketidaktahuan orang tua. Aku menengarai pihak-pihak yang mengaku bergerak di bidang pendidikan ini justru mencari nafkah dari ketidaktahuan tersebut.

Di milis sekolah rumah, beberapa kali aku membaca tulisan “mau ikut HS”. Hah, “ikut”? Haloooo? HS itu dijalankan, bukan diikuti. Yang berperan aktif orang tuanya. Orang tua tidak mengikutkan anaknya ke HS. Memangnya HS itu apa sih, lembaga? Glodhak, deh.

Di situs Sudut Pandang, ada komentar seperti ini, “Ada home schooling yang didirikan oleh sepasang suami istri…” (penebalan olehku) Glodhak lagi, deh.

Setelah kubaca sampai bawah, ternyata ada beberapa komentar yang mencerahkan dari orang-orang yang kukenal, seperti Andini, Mbak Dian, dan Mas Aar. Alhamdulillah.

Sebenarnya mau sekolah, mau HS, atau apa saja sepenuhnya berada di tangan orang tua dan anak yang bersangkutan. Marilah kita menghormati pilihan masing-masing. Kalau memilih sekolah tidak selalu berarti membenci HS, dan sebaliknya, kalau memilih HS tidak selalu berarti membenci sekolah, ‘kan?

Tapi, jangan sampai salah kaprah tentang HS meluas. Tulisan Mas Aar yang ini menarik untuk dibaca.

Sebagai penyokong HS, kurasa sekolah itu bagus juga, kok. Kalau kurikulumnya membebaskan, kalau bakat dan potensi anak terkembangkan, kalau gurunya berpikiran maju, kalau ada ruang bagi orang tua dan guru untuk berdiskusi, kalau jumlah murid sekelas tidak segambreng, kalau tidak banyak masalah yang “sekolah banget” (kayaknya di sekolah nggak sedikit masalah yang menimpa siswa seperti geng-gengan, penggencetan, atau narkoba), dan sederet kalau-kalau lainnya. Ini harapanku selaku orang tua, sah-sah saja ‘kan.

Semuanya pasti ada sisi positif dan negatifnya. Relatif.

Tapi, yang paling penting dalam pendidikan anak adalah peran orang tua. Orang tua tidak seharusnya merasa bahwa tugasnya mendidik dan mendampingi proses belajar anak selesai ketika anak masuk sekolah. Inilah kesalahan terbesar yang masih melingkupi masyarakat kita. (df)

Buku dan DVD dari An Noor

Beberapa waktu lalu, aku tidak sengaja menemukan toko online yang menjual buku cerita dan DVD anak muslim berbahasa Inggris. Namanya An Noor, Islamic Books & Toys. Setelah beberapa hari menyimpan tautannya di Bookmarks, akhirnya aku memutuskan untuk membeli buku dan beberapa DVD.

Yang kubeli adalah:
1. It’s Story Time: The Story of Adam and Noah
2. It’s Storytime: The Story of Prophet Abraham
3. Time to Pray with Zaky
4. Goodnight Stories from the Life of Prophet Muhammad

Pembayaran bisa dilakukan lewat transfer bank, transfer ke pos, atau bayar di tempat (yang terakhir ini ada tambahan biaya). Aku memilih transfer ke rekening pos. Dan kebetulan, karena total pembelianku lebih dari 7000 yen, biaya kirimnya digratiskan.

Waktu kirimannya datang, ternyata ada pesan yang terselip dari pemiliknya, Ameena, dan bonus stiker.

Ternyata Ameena memiliki 4 anak dan ia membuka toko online-nya secara tidak sengaja karena sejak dulu ia sering membeli buku-buku dan barang-barang untuk anak muslim dari luar negeri.

Membaca pesan di atas, aku mengirim imel kepada Ameena untuk mengucapkan terima kasih karena Luna menyukainya dan sedikit bertanya tentang latar belakang Ameena. Luna memang langsung menonton 2 DVD (Kisah Nabi Adam dan Nuh serta Belajar Salat Bersama Zaky) dan sebelum tidur membaca buku Kisah Nabi Muhammad. Luna sendiri lebih suka DVD yang berisi cerita ketimbang yang belajar wudu dan salat, hehehe…

Rupanya Ameena adalah muslimah Jepang yang menikah dengan muslim berkebangsaan asing. Sejak 9 tahun yang lalu ia memeluk Islam dan ia amat bersyukur menjadi muslimah.

Dan ternyata, Ameena adalah pemilik 2 blog homeschool yang pernah kubaca-baca. Ameena rajin sekali, lho! Banyak ide prakarya yang bisa ditiru dari beliau dan anak-anaknya.

1. Lifetime Learning (bahasa Inggris)

2. Islamic Homeschooling (bahasa Jepang)

Ameena juga memperkenalkanku ke milis International Homeschooling Ummis. Baru saja aku bergabung ke dalamnya.

Sebenarnya sebelum membeli di toko An Noor aku sempat melihat harga di toko online lain di luar negeri. Ternyata hampir tidak ada bedanya. Apalagi kalau membeli dari luar negeri pasti kena ongkos kirim yang lumayan. Jadi, An Noor memang oye! (df)

Mewarnai Asmaul Husna

Informasinya dari blog Otak Hijau Homeschool milik Baiti, ibu tiga anak yang menerapkan pendidikan rumah kepada anak-anaknya. Baiti adalah muslimah asal Malaysia yang bermukim di Brunei Darussalam.

Gambar-gambar untuk mewarnai Asmaul Husna yang dibuat oleh Kamyabi Homeschool bisa didapat di sini: http://colourasma.blogspot.com/

Beberapa bahan lain untuk belajar bisa diakses dari situs Kamyabi Homeschool. (df)

Islamic Education Resources – Prosyst3ms

Dari situsnya: Free primary (Infants and Juniors) resources and materials, from lesson plans to Flash presentations, welcome to Prosyst3ms. The materials presented here should prove useful to Muslim home-schoolers/ educators or even non-Muslims wishing to research the Islamic perspective of certain topics and issues.

http://www.prosyst3ms.co.uk/index.html

Dapat dari blog Umm An-Nu’man. (df)

Homeschool Gadget Community Toolbar

Belum nyoba, sih. :D

http://homeschoolgadget.ourtoolbar.com/

The Homeschool Classroom

Salah satu situs yang wajib dibaca, nih.

http://www.hsclassroom.com/

Main Soroban

Luna main soroban

Tahu soroban, ‘kan? Dari gambarnya udah jelas, kok. Swipoa, sipoa, sempoa, dekak-dekak, abakus, abacusyou name it. Soroban ini hadiah dari Uni Dayang. Beberapa anak Uni Dayang diikutkan les soroban di dekat rumah dan sempat menunjukkan kebolehan menghitung dengan soroban di depan kami. Tentu saja Luna langsung ketularan, hehehe….

Aku nggak tahu sama sekali tentang konsep soroban ini, cuma mengingat beberapa angka dari Irfan (anak kedua Uni Dayang) plus melihat entri そろばん (soroban) di Wikipedia. Jadi sedikit hal itu yang kuajarkan kepada Luna. :D

Baru sekarang mencari tahu referensi belajar sempoa lewat Google, misalnya ini:

http://webhome.idirect.com/~totton/abacus/pages.htm

Di Youtube juga ada beberapa video tentang belajar sempoa (cari saja dengan kata kunci “abacus”). Eh, ada video yang diunggah oleh keluarga homeschool, loh! (df)

Radical Unschoolers Network

Dari situsnya: The network for radical unschooling families.

http://familyrun.ning.com/

My Montessori Journey: A Blog

Dari blog tersebut: A blog devoted to Montessori education with a little bit of this and that thrown in.

http://mymontessorijourney.typepad.com/my_montessori_journey/

Trays for Tots

Nampan bisa jadi sarana untuk melakukan bermacam-macam hal!

http://lapbooksbycarisa.homestead.com/TraysforTots.html

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: