Archive | evaluasi RSS feed for this section

Sampai Al-’Asr

Alhamdulillah, hafalan surat pendek Luna (4 tahun 3 bulan) sudah sampai Al-’Asr. Luna adalah anak yang mudah menghafal surat-surat pendek, alhamdulillah. Kuncinya, menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca bersama-sama dan konsisten.

Dari Quran.com:

An-Nas, Al-Falaq, Al-’Ikhlas, Al-Masad, An-Nasr, Al-Kafirun, Al-Kawthar, Al-Ma’un Quraysh, Al-Fil, Al-Humazah, Al-’Asr

Al-Ma’un

Alhamdulillah, hafalan Luna (4 th) sudah sampai Al-Ma’un. Nambahnya memang lambat :D Tapi pendirianku soal hafal-menghafal tidak berubah. Baca di sini. (df)

Mulai Belajar Membaca Lagi

Sebenarnya aku pernah mencoba menggunakan buku “Teach Your Child to Read in 100 Easy Lessons” (atau lihat di Amazon) ini tahun lalu. Tapi kurang sukses. Mungkin gabungan dari usia Luna yang terlalu kecil, waktu yang tidak tepat (sebelum tidur), dan gayaku yang kurang asyik, hehehe….

Sudah dua hari ini aku mencobanya lagi sepulang Luna (3 th 8 bln) dari hoikuen (penitipan anak), mulainya nggak dari awal banget karena aku yakin Luna bakal bosan mengulang hal yang sama. :D Waktunya nggak usah lama-lama, maksimal 10 menit. Kali ini aku juga nggak kaku-kaku banget, nggak membacakan instruksinya sama persis. Oya, kelebihan buku ini adalah sudah ada instruksinya. Jadi siapapun bisa mengajari anaknya membaca bahasa Inggris tanpa harus tahu teori bunyi dalam linguistik. Yang dibaca pengajar adalah yang berwarna merah.

Contohnya, dalam gambar di atas:

Now you’re going to read the story. Finger on the ball of the top line. Sound out the first word. (Child touches under and says:) “ssseee.” What word? “see.”

Aku tahu buku ini pertama kali waktu berselancar di Amazon.com. Yang mengulas sampai 529 orang per hari ini. :D Saran sebelum membeli buku: baca dulu customer review-nya. Kalau sampai banyak yang rela meluangkan waktu buat mengulas, buku itu dijamin menarik!

Aku tekun membaca satu-persatu ulasan tersebut sampai nggak sengaja menemukan cara yang asyik untuk belajar buku ini. Caranya, kalau ada tanda-tanda anak bosan, cobalah memakai boneka untuk menjadi pengajarnya (suaranya juga dibuat berkarakter, ya!). Dulu sih aku sempat pakai boneka juga (si anjing Wanwan tercintanya) ketika Luna mulai sebal saat aku menyodorkan buku ini, hahaha…. Alhamdulillah dua hari ini pakai karakter asli. :D

Respons Luna terhadap buku ini? Alhamdulillah Luna sudah bisa mengenali beberapa kata. Sekarang membaca bunyinya juga sudah makin benar. Misalnya “sat” betul-betul dibunyikan “sss” (bukan “es) “aaa” (bukan “a” dalam abc) “t” (bukan “tee”). Tinggal nyambungin bunyi-bunyi itu.

Aku memang berencana mengajari Luna membaca bahasa Inggris dulu karena alasan praktis, buku cerita anak berbahasa Inggris milik Luna lebih banyak ketimbang yang berbahasa Indonesia. (df)

***
Catatan: Kalau tertarik menggunakan buku ini tapi usia anak masih kecil, nggak perlu buru-buru. Aku merekomendasikan untuk anak usia SD atau bila kelihatannya sudah siap.

Kabar-kabari

Sekadar kabar-kabari, sebelum aku lupa semuanya. :D

- Luna baru saja sakit 5 harian. Pertamanya batuk-batuk, lama-kelamaan ditambah demam. Sempat pergi ke klinik Ito dan RS Higashi Fuchu. Di RS Higashi Fuchu diperiksa apakah flu tipe baru (flu babi) atau bukan, alhamdulillah bukan. Obat penurun panas diberikan hanya ketika demamnya lebih dari 38,5 derajat Celcius.

- Les piano Luna masih jalan, tapi aku sedang malas menulis detailnya, hehehe… Intinya perkembangan dari sesi-sesi sebelumnya. Beberapa videonya bisa dilihat di sini. Luna sudah tahu letak do, re, dan mi pada partitur.

- Ada kemajuan pada bahasa Inggris Luna. Luna bisa memakai “either”, contohnya “I don’t like it either.” Waktu bercerita Luna juga pernah menyelipkan “the next morning” (gayaneee! :D ). Bahasa Indonesianya masih baik-baik saja, tidak perlu dikhawatirkan.

- Luna masih suka menyanyikan lagu-lagu Yusuf Islam, Friends & Children.

Hafalan Surat Pendek Alquran

Alhamdulillah, Luna (3 tahun 5 bulan) sudah hafal Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlash, Al-Lahab (Al-Masad), An-Nasr, dan Al-Kafirun.

Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini.

[Update] Tips menghafal surat pendek Alquran:

1) Sering menyetel murotal Quran. Biasanya aku pakai iTunes menggunakan file mp3 Ahmad Saud (tidak lengkap) atau Yahya Hawwa (lengkap) dan Quran.com.

2) Menurut Ummi Ihsan (Hj. Komalasari), selain rajin memutar murotal Quran, mengajak anak menghafal Quran bisa dimulai dari An-Naba’. Alasannya, saat salat bersama anak akan sering mendengar surat pendek lainnya sehingga menghafalnya otomatis. (df)

Dong = Choudai

Akhir-akhir ini Luna makin pintar menyelipkan kata “dong” kalau sedang punya keinginan.

“Mamah, tolong ambilin itu, dong!”

Kadang-kadang ditambahi begini di ujung kalimat, “Dong, dong, dong!” :D

Beberapa hari yang lalu aku iseng menguji pemahaman Luna atas kata “dong”. “‘Dong’ itu apa, sih, Lun?” tanyaku.

“‘Dong’ itu ‘choudai’,” jawab Luna setelah berpikir beberapa saat. Di Jepang, kata “choudai” memang sering digunakan untuk meminta sesuatu. Misalnya, “Minta itu, dong!” adalah “Sore, choudai!”.

Hmmm, bolehlah, pikirku. :D Terus aku iseng lagi, menanyakan beberapa kata bahasa Spanyol di dalam Dora the Explorer yang kebetulan barusan ditonton si genduk.

“‘Pere’ itu apa?” tanyaku.

“Itu artinya ‘berhenti’. Bukan ‘pere’…, ‘para’!” jawab Luna. Aku memang lupa, dan Luna mengoreksiku.

“Kalau ‘vamos’?”

“Itu ‘jalan’!”

Ternyata Luna lumayan menangkap beberapa kosakata bahasa Spanyol lewat Dora the Explorer, hehehe…. Selain itu Luna bisa berhitung sampai berapa, ya, 8 kalau nggak salah.

Hikmahnya:

1. Tidak perlu memberi tahu seluruh arti kata bahasa asing. Anak bisa menangkap arti lewat konteksnya. Tugas orang tua adalah menyediakan konteks itu.

2. Anak tetap bisa belajar bahasa asing, bahkan bila orang tuanya tidak bisa bahasa asing tersebut. Yang penting adalah menyediakan media dan menyiapkan lingkungan yang kondusif. Jangan lupa, otak anak menyerap bahasa seperti spons. (df)

Lagi, Surat Pendek Al-Quran

Alhamdulillah, Luna (3 tahun 3 bulan) sudah hafal Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlash, dan Al-Lahab (Al-Masad).

Metodenya? Cukup dengan rutin membaca sebelum tidur. Selengkapnya silakan baca di sini. Selain itu, kadang-kadang aku memperdengarkan Quran dari quran.iman.net dan ImaanStar.

Namun, yang tak kalah pentingnya dari hafal-menghafal adalah akhlak dan amal.

Apalah gunanya hafal ini-itu tapi perilakunya tak mencerminkan muslim/muslimah yang baik. Apalah gunanya menggembar-gemborkan gelar akademik tapi kebal terhadap masukan (apalagi kritik) dan tak taat aturan. Apalah gunanya otak jika tak digunakan untuk berpikir demi kebaikan.

Oya, sekadar tips menghafal surat pendek Alquran:

1) Sering menyetel murotal Quran. Biasanya aku pakai iTunes menggunakan file mp3 Ahmad Saud (tidak lengkap) atau Yahya Hawwa (lengkap) dan Quran.com.

2) Menurut Ummi Ihsan (Hj. Komalasari), selain rajin memutar murotal Quran, mengajak anak menghafal Quran bisa dimulai dari An-Naba’. Alasannya, saat salat bersama anak akan sering mendengar surat pendek lainnya sehingga menghafalnya otomatis. (df)

***

[update]: untuk belajar bahasa Alquran (termasuk makna setiap kata), silakan klik Belajar Bahasa Al-Quran. Situs ini keren banget, deh!

Huruf Hijaiyah

Alhamdulillaah, semalam Luna (3 tahun 1 bulan) bisa membaca seluruh huruf hijaiyah di buku Taghona. Masih tanda bunyi /a/ (fatah) saja sih. Aku harus memastikan lagi beberapa kali sebelum mulai beranjak ke bacaan selanjutnya, /i/ kasrah dan /u/ damah.

Oya, karena rutin membaca huruf hijaiyah sebelum tidur, akhir-akhir ini Luna punya kebiasaan mengeja dari kanan ke kiri, hihihi…. (df)

***

Catatan: Untuk melihat semua tulisan di jurnal ini yang berkaitan dengan belajar huruf hijaiyahnya Luna, silakan klik ini.

Tentang Kemampuan Geografis

Waktu aku menulis tentang Metode Calvert: Pra-TK bulan Maret lalu, kutulis bahwa Luna lebih paham Fuchu daripada Jepang. Sekarang sudah berubah. Luna sudah melek peta. Dia bisa menunjukkan Indonesia dan Jepang. Baru itu sih, hehehe….

Ketike berjalan-jalan di Hakone bulan April, Luna berkali-kali melihat peta Hakone Open-Air Museum sambil berkata, “Tadi sudah ke sini, terus ke sini.” Maklum, di peta itu terpampang dengan jelas karya-karya seni serta letaknya. “A! Chizu wo yomeru onna da!” komentar Satsuki-san ketika memergoki Luna membaca peta. Waktu main ke rumah Nasmah, Luna juga bergaya membaca peta.

Akhir-akhir ini aku suka iseng, pura-pura lupa jalan ke rumah. Kalau hoikuen (penitipan anak) sih, masih tergolong dekat. Apalagi setiap hari, pasti Luna sudah hafal jalannya. Nah, Stasiun Fuchu yang lumayan jauh cocok jadi titik awal petualangan kembali ke rumah. Dari situ, setiap melewati persimpangan jalan aku suka bertanya, “Mamah lupa jalan nih, lewat yang mana, terus, belok kanan, atau kiri?” Begitu terus sampai di rumah.

Waktu main ke tempat Rafa aku juga bertanya kepada Luna, “Rumahnya yang mana?” Luna yang menunjukkan rumahnya sekaligus nomor kamar yang benar. Waktu ke tempat Mbak Yahkuti Luna juga sudah tahu apartemen yang mana.

Ketika melihat tayangan slide Ojiichan dan Obaachan di Sydney Opera House dalam pesta kawin emas mereka, Luna bilang, “Itu di Australia.” Sampai sekarang pun ketika mendengar Australia, Luna akan bilang, “Ojiichan pernah ke sana.” Luna mengingat bentuk khas Sydney Opera House dari beberapa bukunya.

Kalau mendengar kata “Amerika”, Luna langsung menceletuk, “Obama!”

Seharusnya Luna sudah bisa disuruh pergi ke suatu tempat yang dia tahu. Omong-omong, aku jadi ingat Hajimete No Otsukai (Suruhan Pertama), acara Nihon TV yang meliput anak-anak yang disuruh orang tuanya. Misalnya untuk menyampaikan sesuatu atau membeli sesuatu. Biasanya nggak jauh sih. Tapi harus mikir siapa yang mengawasi Luna, hehehe…. Soalnya Hajimete No Otsukai itu terselenggara berkat kerja sama banyak orang. Kamerawan tidak boleh menonjol. Orang-orang di sekitarnya juga diberi tahu supaya tidak membantu. Beberapa episodenya masih bisa ditonton di situs Nihon TV, lho. (df)

***

A! Chizu wo yomeru onna da! = Oh! Gadis yang bisa membaca peta!

Belajar Matematika Balita

Barusan baca tulisan Mbak Ria Heraldi di situs sekolahrumah tentang belajar matematika balita. Di situ beliau menulis tentang 3 macam gaya belajar matematika untuk balita, yaitu gaya belajar visual (lihat-baca), auditory (dengar-bicara), dan kinetik/fisik (aksi).

Belajar Matematika Balita (Ria Heraldi):
http://www.sekolahrumah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=694&Itemid=222

Seperti biasa, tulisan-tulisan semacam itu mendorongku untuk mengevaluasi apa yang kulakukan selama ini dengan Luna. Aku suka membaca-baca berbagai tulisan untuk menjaga semangat dan komitmen, selain berharap mendapat inspirasi. Karena menjaga semangat dan komitmen adalah yang paling susah dalam interaksi dengan anak.

1) Gaya belajar visual (lihat-baca)

- Safari angka: mengenali angka di mana saja.

Luna: oke, sampai sekarang tanpa diminta masih suka melakukannya. Waktu masih berumur 1 tahun, angka yang pertama kali diingatnya adalah 2. “Two!” begitu teriaknya, yang membuatku terkaget-kaget. Rupanya apa yang tertulis di buku dan kubacakan terserap oleh Luna.

- Menghubungkan titik-titik.

Luna: oke.

- Memencet nomor telepon.

Luna: belum pernah, tetapi kalau memencet sandi PIN di ATM sudah sering. :D Ssst, padahal seharusnya jangan sampai kedengaran, ya…. :D Tapi aku selalu pakai bahasa Indonesia atau berbisik kok, ketika melakukan hal berbahaya ini. :D

- Menimbang dan membaca penimbang.

Luna: jarang banget, cuma sekali atau dua kali membaca berat badannya sendiri di alat penimbang. Kalau bikin kue, Luna cuma membantu menuang-nuangkan bahan yang akan ditimbang.

- Bermain pola.

Luna: cuma lewat buku. Maksudnya menghimpun benda sesuai kelompoknya gitu, ya? Boleh juga dicoba.

2) Gaya belajar auditory (dengar-bicara)

- Mendengarkan lagu yang memakai angka.

Luna: lumayan. Lagu kesukaannya adalah Five Little Monkeys. Tadi pagi pas bangun tidur juga nyanyi-nyanyi lagu itu. Aku harus lebih banyak memperkenalkan lagu Indonesia nih.

- Memasak (orang tua memberi petunjuk, anak melaksanakannya dengan alat penimbang dan alat lain).

Luna: belum pernah.

3) Gaya belajar kinetik/fisik (aksi)

- Bermain dadu.

Luna: belum pernah.

- Menghitung dan menyortir.

Luna: rasanya sih belum pernah. Kalau menyortir bajunya sendiri yang sudah kering sih lumayan sering. Itu ketika membantu chan melipat baju.

- Berhitung ketika makan kue.

Luna: belum pernah.

- Membuat dan mengamati alat transportasi.

Luna: kalau seperti contoh yang disebutkan di situ, belum pernah. Kalau bentuk lain sih rasanya sudah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: