Beginilah anak-anak, selalu pengen tahu apa yang sedang dikerjakan orang tuanya.

Omong-omong, film animasi yang sedang kami garap terjemahannya ini memenangi Asia Pacific Screen Awards tahun 2007. Sebelumnya kami diberi tahu, “Ini kisah cinta anak muda, kok.” Setelah menonton baru paham letak keindahannya. Aku malah jatuh cinta pada lagu temanya, hehehe….
Menggarap terjemahan teks film selalu berkesan, karena punya kesempatan menonton sampai ke detailnya. Yang membuatku agak penasaran, siapa pengguna film yang diangkat dari novel Yasunari Kawabata yang juga kami garap teksnya dulu, ya?
Pelajaran penting dalam menerjemahkan teks film:
1) Jangan membuat kalimat yang terlalu panjang. Disingkat tidak apa-apa, yang penting maksud utamanya tersampaikan.
2) Ada batas maksimal jumlah karakter per baris.
3) Maksimal dua baris teks per adegan.
Jangan sampai penonton kehabisan waktu untuk membaca terjemahannya, padahal ‘kan pengen nonton filmnya, hehehe…. (df)

October 24, 2009 

Karakter di samping dibaca “wa”, yang melambangkan:





Recent Comments